MEXIN TV,KUPANG - Siapa yang tidak mengenal Banjir di Indonesia seperti sebuah perlombaan yang selalu terjadi dan menghantui setiap tahun. Banjir adalah suatu kondisi dimana tidak tertampungnya air dalam saluran pembuang (palung sungai) atau terhambatnya aliran air di dalam saluran pembuangan, sehingga meluap menggenangi daerah (dataran banjir) sekitarnya. Penyebab terjadinya banjir diakibatkan karena volume air di suatu sungai atau danau yang meluap dari bendungan sehingga air keluar dari danau atau sungai,beberapa titik rawan banjir di Kota Kupang,(30/4/2021)
Akibatkan pula oleh curah hujan yang tinggi, serta banjir diakibatkan oleh perbuatan manusia mulai dari penebangan pohon secara liar, membuang sampah di sembarangan tempat dan pemanfaatan lahan yang berlebihan.Waktu yang lalu ketika hujan deras turun semalaman dan berlanjut hingga beberapa hari,
Mengalami luapan air yang signifikan. Bagi yang akrab dengan media sosial, kita dapat menyaksikan potret luapan air dengan tingkat keparahan yang bervariasi antar wilayah, termasuk di wilayah Sikumana. Lama-kelamaan sangat mungkin masyarakat di wilayah-wilayah tersebut akan merasa ketakutan yang berlebihan akibat hujan deras. Lalu apa yang bisa kita lakukan?
Karena jika tidak ada intervensi konsisten, dan dengan mengingat wilayah resapan air yang semakin tergerus, hal ini akan menjadi salah satu kalender tahunan Kota Kupang pada musim penghujan tiba. Semua elemen dalam wilayah Kota Kupang patut melakukan introspeksi yang sejujur-jujurnya. Mengapa demikian? Karena semuanya memiliki andil di sini.
Banjir yang datang silih berganti terkadang membuat duka mendalam dan kepedihan di hati manusia. Karena terjadinya banjir, manusia mengalami banyak kerugian mulai dari kehancuran rumah, kehilangan harta benda, mengalami trauma hingga nyawa menjadi taruhannya. Namun hal tersebut nampaknya belum menjadi sebuah kesadaran bagi manusia.
Masih banyak masyarakat yang membangun di pinggir-pinggir kali tanpa memperhatikan standar keamanan dan resiko yang mungkin timbul di kemudian hari. Tidak sedikit rumah warga di pinggiran kali yang langsung menempel pada talut dan tidak menyadari bahwa hal tersebut menambah beban talut. Ketika suatu waktu rumah mereka menjadi korban banjir, mereka kemudian berteriak-teriak meminta pertanggungjawaban Pemerintah Kota Kupang yang pada berbagai kesempatan dan media sudah memberikan peringatan sebelumnya.
Sebagian masyarakat beranggapan bahwa banjir disebabkan karena Pemerintah tidak bisa mengatasi masalah banjir bahkan ada pula yang beranggapan bahwa banjir merupakan kutukan dari Tuhan. Nyatanya keegoisan dan ulah manusia yang suka merusak alam menjadi faktor datangnya banjir. Banjir merupakan bencana alam yang bisa diprediksi, diantisipasi dan diatasi asalkan masyarakat bisa bersahabat dan menjaga alam serta menyadari segala perbuatan yang dapat merusak alam.
Perlu digaris bawahi bahwa pola hidup atau aktivitas manusia lah yang sebenarnya sangat mempengaruhi kondisi lingkungan sekitar termasuk kondisi banjir yang dialami oleh sejumlah masyarakat di Indonesia saat ini. Tanpa disadari, banyak hal-hal kecil yang telah kita lakukan justru berdampak besar sehingga akhirnya merusak lingkungan sekitar. Perilaku buang sampah misalnya, bila hal ini dilakukan secara tidak benar seperti dengan membuang sampah ke laut tentu pada akhirnya akan mempengaruhi kualitas laut itu sendiri.
Disisi lain, banjir yang terjadi belakangan ini tentu akan mempengaruhi kesehatan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Hal ini dikarenakan bencana banjir dapat menyebabkan lingkungan tidak sehat yang selanjutnya akan berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Penyediaan air bersih seringkali terganggu, begitu pula masyarakat akan kesulitan mencari sarana untuk mandi dan buang air.
Padahal, buang air besar dan air kecil yang sembarangan dapat mempermudah penularan penyakit. Bila hal ini terjadi maka kebutuhan untuk pola hidup bersih akan jauh dari sempurna. Keadaan lingkungan pun semakin buruk, terlebih lagi pada daerah pengungsian.
Banyaknya jumlah manusia dalam satu ruangan akan memudahkan penyebaran penyakit baik lewat penularan melalui udara ataupun kontak langsung. Selain itu, bencana banjir ini tidak hanya mengganggu manusia, binatang pun tak luput dari ancaman. Berbagai binatang seperti tikus, kucing dan anjing dapat mati karena bencana ini. Bangkai binatang ini lebih lanjut dapat menimbulkan masalah kesehatan lainnya.
Beberapa penyakit yang dapat ditimbulkan di saat bencana banjir seperti infeksi saluran pencernaan, infeksi mata, infeksi pernapasan, infeksi kulit, bahkan infeksi otak dapat ditularkan lewat air. Penyakit infeksi saluran cerna dengan gejala demam, diare dan muntah sering ditularkan melalui air.
Oleh karena itu kita harus mengantisipasi dan mencegah terjadinya banjir. Lakukanlah mulai dari yang terkecil seperti membuang sampah pada tempatnya, jika menebang satu pohon maka tanam seribu pohon, rawatlah lingkungan disekitar tempat tinggalmu.
Apabila kita rutin dan menyadari hal-hal kecil tersebut maka akan membawa dampak besar bagi kehidupan manusia karena banjir seolah enggan dan takut untuk menghampiri kita..(MEXIN)

