Mexintv,com.Kupang - Jenazah nelayan KM Amanata 04 tiba di Dermaga Pelabuhan Perikanan Tenau Kupang pada Rabu pagi (08/10) sekitar pukul 06.40 Wita. Korban, Luhut Alfonsius Silalahi, dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami luka tusukan di bagian lambung kiri, diduga dilakukan oleh salah satu anak buah kapal (ABK), Rabu (8/10/2025)
Kronologi awal yang dihimpun dari keterangan nahkoda kapal, Gausi Mubarak, menyebutkan bahwa KM Amanata 04 berangkat dari Pelabuhan Tenau Kupang pada 29 September 2025 menuju koordinat 127 untuk melaksanakan pancing rawai. Insiden tragis terjadi pada Senin, 6 Oktober 2025, ketika korban yang sedang tidur tiba-tiba ditusuk menggunakan pisau oleh tersangka, Andi Natun. Setelah kejadian, tersangka melompat ke laut dan sempat berenang menjauh dari kapal, namun berhasil ditangkap kembali oleh nahkoda dan rekan ABK.
Dalam perjalanan pulang pada Selasa malam (07/10/2025), kondisi korban memburuk dan akhirnya meninggal dunia. Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kupang untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pihak kepolisian dari Subdit Gakkum Ditpolairud Polda NTT telah mengamankan tersangka dan seluruh kru kapal untuk dilakukan pemeriksaan intensif. Kapal KM Amanata 04 juga diamankan di Dermaga Ditpolairud Polda NTT guna proses penyelidikan.
“Kami akan terus mendalami kasus ini dan melakukan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar pihak kepolisian dalam keterangannya.
Korban Luhut Alfonsius Silalahi berusia 26 tahun, beralamat di Semarang, Jawa Tengah, dan berprofesi sebagai nelayan. Sementara tersangka Andi Natun berusia 28 tahun, berdomisili di Kupang, NTT.
Kasus ini menjadi perhatian masyarakat nelayan setempat dan pihak berwenang berjanji akan menyelesaikan kasus dengan transparan dan profesional..(Mex)



