Mexintv,com.Kupang - Pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap Yomri Tenis (40), pemancing yang hilang di Perairan Pantai Oetune, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), menuai kritik tajam. Keluarga korban menyoroti minimnya alutsista dan transparansi durasi operasi yang dianggap tidak maksimal..(9/5/2026)
Kritik dan pertanyaan keluarga terkait efektivitas serta transparansi anggaran Operasi SAR. Korban bernama Yomri Tenis; melibatkan 10 personel Kantor SAR Kelas A Kupang.
Perairan Pantai Oetune, Desa Tuafanu, Kecamatan Kualin, TTS, NTT.
Korban hilang sejak 12 Februari 2026; operasi SAR dimulai 14 Februari 2026.
Keluarga menilai penggunaan perahu karet tidak sebanding dengan luasnya cakupan dan kuatnya arus laut Kolbano-Oetune.
Muncul ketidaksesuaian data durasi pencarian di lapangan (2 hari) dibandingkan laporan resmi (3 hari), serta sorotan terhadap anggaran operasional sebesar Rp5 juta per hari.
Detail Operasi dan Sorotan Keluarga
Korban dilaporkan hilang setelah mesin perahu motor yang digunakannya mati di tengah laut pada 12 Februari 2026 sekitar pukul 17.30 WITA. Kantor SAR Kelas A Kupang baru memberangkatkan tim yang terdiri dari 10 personel dua hari setelah kejadian.
Daftar Personel yang Bertugas:
Ridho Mulyadi | 2. Satria | 3. Ramadhan | 4. Hizkia | 5. David
Vita | 7. Richard | 8. Habel | 9. Dion | 10. Ray
"Sangat sulit dipahami jika pencarian di laut luas dengan arus kuat seperti Kolbano hanya mengandalkan perahu karet," ungkap perwakilan keluarga korban.
Poin Utama Kritik Masyarakat:
Keterbatasan Alutsista: Penggunaan perahu karet dianggap tidak efektif untuk menjangkau radius pencarian di perairan terbuka.
Discrepancy Waktu: Adanya klaim perbedaan durasi operasi efektif antara laporan resmi (3 hari) dengan realita di lapangan (2 hari).
Efisiensi Anggaran: Masyarakat mempertanyakan output dari biaya operasional yang mencapai Rp5 juta per hari per tim jika metode yang digunakan tetap terbatas.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Kantor SAR Kelas A Kupang mengenai evaluasi penggunaan alat utama sistem senjata (alutsista) maupun transparansi anggaran dalam operasi ini. Keluarga berharap adanya evaluasi menyeluruh agar profesionalisme penyelamatan di laut NTT dapat ditingkatkan..(Mex)

