Mexintv,com.KOTA KUPANG – Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun Anggaran 2027 mengalami penyusutan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp400 miliar
Anggota DPRD NTT, Yohanes Rumat, memberikan catatan kritis dan sorotan tajam terhadap penurunan target tersebut serta meminta evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola PAD.
Dalam dokumen pengantar Nota Keuangan RAPBD 2027, Pemerintah Provinsi NTT memproyeksikan surplus, (20/10/2026)
Anggaran sebesar Rp238,48 miliar. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan surplus APBD 2026 yang mencapai sekitar Rp300 miliar.
Yohanes Rumat menekankan bahwa angka-angka tersebut harus dibaca secara utuh. Posisi surplus pendapatan terhadap belanja tidak serta-merta menandakan tersedianya dana bebas.
Hal ini disebabkan oleh struktur pembiayaan daerah, di mana penerimaan pembiayaan dirancang sebesar Rp75 miliar, sedangkan pengeluaran pembiayaan mencapai Rp313,48 miliar. Kondisi ini menghasilkan pembiayaan neto minus Rp238,48 miliar dengan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) sebesar nol rupiah.
Menurut Yohanes, penurunan target pendapatan dan PAD ini memicu tiga persoalan utama yang saling berkaitan dan membutuhkan penjelasan terukur dari pemerintah daerah:
Skema pembiayaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang terhubung dengan dana transfer pusat.
Menanggapi hal tersebut, pihak Pemerintah Provinsi NTT menyatakan bahwa alokasi belanja daerah tahun 2027 tetap diarahkan untuk prioritas pembangunan, pemenuhan pelayanan dasar, pemenuhan kewajiban belanja sesuai regulasi, serta program-program strategis yang dapat memicu peningkatan PAD.
Yohanes mendesak agar DPRD NTT memastikan proses pembahasan RAPBD bukan sekadar formalitas menyepakati angka pendapatan dan belanja. Pembahasan harus difokuskan untuk menjamin bahwa penurunan anggaran tidak menurunkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat NTT..(Mex)


.png)