Usut Dugaan Penganiayaan dan Pengeroyokan Dua Lurah di Kupang

Mexintv,com.kupang - Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) tengah mendalami kasus dugaan penganiayaan yang menimpa Plt Lurah Fontein, LDA (42), dan Lurah Tode Kisar, RZT. Kasus yang bermula dari laporan  dalam tahap penyelidikan dan pengumpulan alat bukti.


Dugaan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap dua pejabat kelurahan.

Korban adalah LDA (Plt Lurah Fontein) dan RZT (Lurah Tode Kisar). Penanganan dilakukan oleh penyidik Polda NTT di bawah arahan Kabid Humas Kombes Pol Hendry Novika Chandra.
Kejadian berlangsung di kediaman LDA di Kelurahan Oebobo, Kota Kupang.

Laporan resmi polisi dikeluarkan pada Senin (6/4/2026).

Insiden dipicu oleh aksi main hakim sendiri oleh sekelompok orang yang diduga mencurigai adanya hubungan spesial antara kedua korban.

orang tiba-tiba mendatangi rumah LDA dan melakukan pemukulan saat RZT mengantarkan makanan, menyebabkan kedua korban mengalami luka serius di bagian kepala dan wajah.


Kronologi dan Klarifikasi Korban Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Hendry Novika Chandra, menegaskan komitmennya untuk mengusut kasus ini berdasarkan fakta lapangan. "Kami masih mengumpulkan alat bukti, termasuk hasil visum. Kami imbau masyarakat tidak berspekulasi atau main hakim sendiri," ujarnya di Kupang, Senin (6/4).

Di sisi lain, LDA membantah keras narasi perselingkuhan yang viral di media sosial. Ia menjelaskan bahwa RZT adalah kerabatnya yang datang hanya untuk mengantarkan mie ayam.

​"Kami tidak berselingkuh, kami masih keluarga. Kejadiannya di ruang tengah, bukan di kamar. Jika ada kecurigaan, seharusnya diselesaikan lewat RT/RW, bukan dengan kekerasan," tegas LDA.

Kondisi Korban  Akibat pengeroyokan tersebut, LDA menderita luka robek di pelipis, memar di hidung dan mata, serta luka di jari. Ayah korban, Fredy Amatae, menemukan kedua korban dalam kondisi bersimbah darah sebelum akhirnya melarikan mereka ke rumah sakit.

​Saat ini, Polda NTT masih mendalami identitas para terduga pelaku dan memastikan akan menyampaikan perkembangan kasus setelah proses penyelidikan..(Mex)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Featured Video