Mexintv,com.KUPANG – DPD PDI Perjuangan Nusa Tenggara Timur (NTT) mengaktifkan jaringan partai untuk membantu penanganan dampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Pulau Flores, Sabtu (15/8/2026).
Ketua DPD PDI Perjuangan NTT Yunus H. Takandewa mengatakan instruksi kepada jajaran partai diarahkan pada penanganan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak, mulai dari evakuasi, distribusi bahan pangan, hingga pendirian posko dan dapur umum.
"Pada prinsipnya, kami harus memastikan bahwa PDI Perjuangan hadir lebih awal. Informasi mungkin belum banyak dan bantuan mungkin belum banyak, tetapi paling tidak kami hadir, mencatat apa yang sedang terjadi, lalu melakukan koordinasi," kata Yunus kepada wartawan di Ruang Rapat DPD PDI Perjuangan NTT, Sabtu.
Yunus didampingi Sekretaris DPD PDI Perjuangan NTT Patrialis Laliwolo, Kepala Baguna Simon Petrus Nili, Elisabeth Adoe Yuliana, Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, Perempuan dan Anak Gusti Brewon, Wakil Ketua Bidang Organisasi, serta sejumlah pengurus lainnya.
Menurut Yunus, koordinasi dilakukan secara berjenjang mulai dari DPD, DPC, PAC, ranting hingga anak ranting. Jaringan partai juga berkoordinasi dengan petugas partai dan kepala daerah di wilayah yang terdampak.
Laporan sementara yang diterima DPD PDI Perjuangan NTT menyebutkan dampak gempa tersebar di sejumlah wilayah Flores, antara lain Kabupaten Sikka, Ende, Nagekeo, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat.
Dapur umum dibangun
Sebagai respons awal, PDI Perjuangan NTT menginstruksikan pembentukan posko bantuan di kantor-kantor partai, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan.
Sejumlah kader juga diarahkan mendirikan posko langsung di lokasi terdampak untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
Pada Sabtu, dapur umum mulai dibangun di Kabupaten Sikka, Nagekeo, dan Manggarai Barat.
Dapur umum tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak dan pengungsi, terutama masyarakat yang kesulitan mendapatkan makanan akibat gangguan akses setelah gempa.
"Hari ini kami sudah menginstruksikan agar dapur umum didirikan di beberapa titik. Penempatannya disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di lapangan," ujar Yunus.
Selain penyediaan makanan, kader PDI Perjuangan diarahkan membantu proses evakuasi bersama tim SAR serta mendistribusikan kebutuhan dasar masyarakat.
Yunus mengatakan kebutuhan mendesak yang ditemukan di lapangan meliputi bahan pangan, air bersih, kebutuhan pengungsi, serta dukungan terhadap proses evakuasi.
Data korban masih dinamis
Terkait korban jiwa dan kerusakan, Yunus mengatakan data yang diterima partai masih bersifat sementara dan terus diperbarui seiring proses evakuasi serta pendataan oleh petugas gabungan.
Dalam informasi sementara yang diterima, terdapat korban meninggal dunia dan korban luka. Laporan lainnya menyebut lima orang meninggal dunia, yakni dua orang di Maumere, Kabupaten Sikka, dan tiga orang di Kabupaten Manggarai.
Namun, angka tersebut masih dapat berubah setelah dilakukan verifikasi dan pendataan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Sejumlah infrastruktur juga dilaporkan terdampak. Beberapa ruas jalan mengalami longsor, terbelah, bahkan terputus. Akses Trans Ende-Maumere turut terdampak.
Selain jalan, fasilitas publik seperti pelabuhan, fasilitas perbankan, gedung pemerintahan, dan rumah ibadah juga disebut mengalami dampak gempa.
Kondisi tersebut membuat akses menuju sejumlah lokasi terdampak menjadi salah satu persoalan yang perlu segera ditangani.
PDI Perjuangan koordinasi dengan pemerintah
Yunus menegaskan bahwa penanganan bencana tetap berada dalam koordinasi lembaga resmi penanggulangan bencana pemerintah.
"Kendali situasi dan koordinasi tetap ada pada Badan Penanggulangan Bencana provinsi. Mereka akan terus memperbarui informasi mengenai apa yang sedang terjadi di lapangan. Penanggulangan bencana di kabupaten dan kota juga sejak kejadian sudah bergerak bersama-sama," katanya.
Karena itu, menurut Yunus, jaringan partai berfungsi sebagai kekuatan pendukung untuk membantu masyarakat di lapangan, bukan mengambil alih tugas pemerintah maupun lembaga penanggulangan bencana.
Selain membantu kebutuhan darurat, kader juga diminta memantau kondisi jalur evakuasi, akses jalan, lokasi pengungsian, serta kebutuhan masyarakat.
Hal tersebut dinilai penting mengingat masyarakat di wilayah terdampak masih harus mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Pengurus partai dijadwalkan turun ke Flores
Yunus mengatakan koordinasi penanganan bencana juga telah dilakukan dengan jajaran pimpinan pusat PDI Perjuangan.
Dia menyebut Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto telah mengetahui kondisi gempa yang terjadi di Flores.
Sejumlah jajaran partai dijadwalkan turun langsung ke wilayah terdampak pada Minggu (16/8/2026).
Yunus menyebut Ganjar Pranowo dijadwalkan tiba di Labuan Bajo sebelum bergerak menuju wilayah Manggarai untuk melihat kondisi masyarakat terdampak.
Sri Rahayu dan Tri Rismaharini juga disebut akan menuju wilayah terdampak melalui Labuan Bajo.
Sementara dari DPD PDI Perjuangan NTT, Yunus akan memimpin langsung tim menuju lokasi terdampak bersama jajaran pengurus dan bidang penanggulangan bencana.
"Besok kami akan berkonsentrasi langsung ke titik lokasi. Proses ini terus kami hadirkan untuk membangun solidaritas, solidaritas kemanusiaan, untuk meringankan beban dan melihat langsung penderitaan masyarakat di lapangan," ujarnya.
Tekankan kecepatan respons
Yunus mengatakan respons terhadap bencana membutuhkan kecepatan, keberanian, dan konsistensi.
Menurut dia, keberadaan struktur partai hingga tingkat ranting dan anak ranting menjadi modal organisasi untuk membantu masyarakat dalam kondisi darurat.
"Politik, kepemimpinan, organisasi apa saja pasti membutuhkan kecepatan, keberanian, dan konsistensi. Itu harus menjadi tekad terhadap semua yang terjadi," katanya.
Ia menegaskan kehadiran kader di tengah masyarakat tidak dimaksudkan untuk mendahului pemerintah. Sebaliknya, jaringan partai diarahkan untuk membantu proses penanganan dan meringankan beban warga terdampak.
Untuk tahap awal, dapur umum telah mulai beroperasi di Sikka, Nagekeo, dan Manggarai Barat. Sementara kader di wilayah lain terus melakukan pemantauan, membangun posko, membantu evakuasi, dan mendata kebutuhan masyarakat.
PDI Perjuangan NTT menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga penanggulangan bencana selama proses penanganan dampak gempa di Flores berlangsung..(MEX)




