Ketua RT 10 Mateus Tidak Tau Sumur Bor Dibangun di Halaman Rumah Marthen Blegur Adalah Bantuan Pokir

Alor, MEXIN TV ONLINE - Ketua RT 10 Kelurahan Welai Timur, Kecamatan Teluk Mutiara Kabupaten Alor propinsi NTT tidak mengetahui bahwa Sumur bor yang dibangun di halaman rumah Anggota DPRD kabupaten Alor, 

Mathen Luther Blegur di kampung Mola keluharan Welai Timur,Dana bantuan Pokir yang diperuntukan bagi warga. 

Namum ia mengakui bahwa pengeboran sumur di wilayah RT 10 Kelurahan Welai Timur oleh Anggota DPRD Kabupaten Alor merupakan usulannya.

"Jadi pengajuan sumur ini saya yang minta ke bapak Marthen Blegur pada 2 Tahun lalu(2018). Waktu itu saya sebagai Ketua RT 10 minta beliau agar bisa membantu pengadaan sumur bor

kediaamnnya di Kelurahan Welai Timur, Kecamatan Teluk Mutiara pada Minggu, 22 September 2020 pukul 14.40 Wita.

Menurutnya permohonan pengadaan Sumur bor ini merupakan inisiatif pribadinya sebagai upaya pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat di wilayahnya.

"Jadi, saya sendiri yang minta ke beliau karena kita masyarakat disini kesulitan air sekali. Jadi saya tawarkan beliau 3 titik lokasi pengeboran, kira - kira 3 titik ini mana yang pas. 

Menjelang 3 Bulan kemudian ada 3 orang dari Dinas PU turun untuk lakukan pengecekan dan melalui berbagai pertimbangan akhirnya saya putuskan untuk pengeboran dilakukan didekat rumah pak Marthen Blegur," katanya

"Kalau sumber dana Bantuan pengeboran air ini diambil dari dana Pokir bapak tidak tahu. Itu Bapak tidak tahu sama sekali," ungkapnya.

Ditambahkannya, penempatan lokasi bantuan sumur bor ini merupakan keputusan pribadinya,dan belum sempat melakukan musyawarah bersama warga sekitar.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Alor Marthen Blegur ketika dikonfirmasikan  mengatakan bahwa berita yang dipublikasikan 

Menurutnya, kalau bicara Dana Pokir saya tempatkan di lokasi bukan dapil saya tidak masalah.

"Saya mewakili masyarakat Alor bukan masyarakat Pantar saja. Saya juga sering bantu masyarakat untuk pengadaan listrik. Bahkan bantuan listrik saya sampai ke Atingmelang," tandasnya.

Terkait pembangunan yang tidak melalui musyawarah antara ketua RT warga sekitar, Marthen menyampaikan bahwa sumur Bor yang dia berikanberdasarkan permintaan warga.

"Kalau terkait belum adanya musyawarah ketua RT dan warga, saya disini kan hanya memenuhi permintaan masyarakat karena warga disini 

masih berkendala soal pemenuhan kebutuhan air bersih. Seandainya kalau saya diajak berembuk sama - sama kan justru lebih bagus," pungkasnya.

Kader Nasdem Alor ini juga menyampaikan bahwa karena pengeboran sumur yang hanya menggunakan dana sebesar 50 Juta ini mengakibatkan 

pembangunan bak penampung dan keperluan lain agar air dapat ditarik warga agak sedikit bermasalah. Akan tetapi, hal tersebut akan segera ia tuntaskan dalam waktu dekat ini. 

Diberitakan sebelumnya Ketua RT 11 kelurahan Welai Timur kecematan Teluk Mutiara kabupaten Alor menegaskan anggota DPRD Kabupaten 

Alor, Mathen Blegur Bohong soal bantuan Sumur bor bagi warga Mola yang dibangun di halaman rumahnya  berdasarkan kesepakatan warga. 

"Pernyataan bahwa sumur dibangun di halaman rumah anggota DPRD berdasarkan kesepakatan warga dan saya sebagai ketua RT itu pernyataan 

tidak benar. Itu bohong," tutur Ketua RT 11 kelurahan Welai Timur ketika dikonfermasi via telpon ukul 17. 49 wita

Menurutnya selama kegiatan berjalan dirinya tidak mengetahui bahwa sumur yang dibangun tersebut merupakan bantuan pemerintah kepada warga.

"Saya tidak tau kalau sumur bor yang dibangun tersebut merupakan bantuan Pokir. Saya pikir sumur bor itu milik pribadi anggota dewan 

yang bersangkutan karena dirinya sudah membangun rumah disini," tutur Imanuel Atapelang.

Dikatakan Imanuel Atapelang, kalau sumur bor tersebut bantuan pokir tentu anggota dewan yang bersangkutan sudah menghubungi dirinya.

ketika ditanya wartawan apakah sumur bor bantuan tersebut dibangun di halaman rumah Anggota DPRD Marthen Blegur berdasarkan kesepatakan warga dan RT setempat.

"Yang disampaikan Anggota DPRD Mathen Blegur bahwa sumur bor bantuan itu dibangun di halaman rumahnya atas kesepakatan warga tidak 

benar adanya, itu bohong, tidak pernah ada kesepakatan itu bahkan pertemuan untuk membahas itu juga tidak ada ," beber Imanuel Atapelan.

Ditambahkan semenjak dibangun sumur bor bantuan itu, warga setempat belum pernah menikmati.

"Mana mau menikmati air dari sumur bor bantuan tersebut, pagar rumahnya saja dibangun tinggi dua meter," ungkapnya.(*Tim)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Featured Video