Kota Kupang.MEXIN TV ONLINE – Dinas Perhubungan (Dishut) Kota Kupang
diduga mafia lahan parkiran, Pasalnya dari Sembilan nama berkas yang dimasukan untuk
tender parkiran tahun 2021 ini lokasi Kelurahan Naikoten
1, Jalan Soeharto depan Polda NTT (Umum 39), tidak ada satupun nama
yang pemenang lelang.
Randy Karundeng mengaku pada juru parkir, untuk parkiran tahun ini,
lokasi di depan Polda NTT (Red- Umum 39 Toko Murah) dirinya sebagai
pemenang.
Dihadapan petugas parker, ia meminta setoran jika petugas tidak menyetor
hasil pemasukan, pihaknya tidak segan-segan untuk melaporkan petugas
parkiran ini ke aparat yang berwajib.
Terbongkarnya mafia parkiran ini diketahui ketika nama dari Randy
Karundeng tidak ada dalam SK pemenang tender parkiran tahun ini. Hal ini
terungkap salah seorang staf dinas perhubungan yang namanya engan
disebut saat diwawancarai wartawan mengaku bahwa untuk lokasi parkiran
di depan Polda NTT ada 9 permohonan yang masuk. Namun dirinya tidak
merincikan nama 9 permohonan yang ada.
Informasi yang beredar bahwa pemenang atas nama Roland Ambrosias, staf
itu mengaku bahwa dari Sembilan berkas yang masuk nama tersebut tidak
ada.
Di bidang lain Juven selaku staf mengaku untuk lahan parkir di depan Polda
dirinya tidak tahu sapa yang jadi pemanang. Kalau sudah ada pasti saya
akan mengelurkan blangko pembayaran tapi hingga saat ini belum ada yang
membayar.
Dirinya juga mengaku tapi ada blangko yang sudah berder, seteleh ditelusuri
blangko pembayaran parkiran itu di ambil dari bidang oleh ibu Rosa atas
printah dari pimpinan Aksi Mafia tender di Perhubungan kota Kupang ini bukan hal baru tetapi
sudah berlangsung cukup lama. Dari sejumlah rekanan yang memasukan
nama tidak ada satupun yang ditetapkan sebagai pemenang.
Yang sering terjadi pengelolah parkiran ini tidak mengantongi SK, dimainkan
oleh oknum tertentu untuk memperkaya diri. (MEXIN)
