“Saya merantau ke Kupang tahun 1990, lalu sempat sekolah di SMA PGRI namun saat kelas 2 saya memiih berhenti karena ekonomi lemah,” tutur ayah dari 5 Anak tersebut.
Dilanjutkannya, setelah putus sekolah dirinya mulai bekerja di salah satu tempat jahit yang bertempat di Kampung Solor dengan mengantar hasil jahitan.
Setelah putus sekolah, saya mulai bekerja di tempat jahit Metropolitan Kampung Solor. Saat itu bekerja sebagai membantu mengantar hasil jahitan,” ungkapnya.
Ditambahkan Yohanis, Penghasilannya yang di dapatkan saat itu per bulan Rp.60.000.
“Saya bekerja dari tahun 1990 sampai tahun 2006 dengan penghasilan awal Rp. 60.000,”pintanya.
Ia berharap kepada generasi muda agar lebih tekun dalam mendalami sesuatu profesi untuk bekal di kumadian hari..(MEXIN)

