Flotim, MEXIN TV ONLINE - Dandim 1624/Flotim, Letkol Czi Imanda Setyawan, S.T., M.I.P Bersama 8 (delapan) Orang Pejabat Forkopimda Kabupaten Flotim Menerima suntikan vaksin Covid-19 untuk dosis kedua di klinik Puskesmas Nagi Kecamatan Larantuka Kabupaten Flotim, pada Rabu (17/02/2021).,
Pada pelaksanaan seremonial vaksinasi Covid-19 dosis kedua di Kab. Flotim diikuti oleh sejumlah pejabat publik di Kabupaten Flotim, diantaranya.
1. Bupati Flotim : Antonius Hubertus Gege Hadjon, S.T
2. Ketua DPRD Flotim : Robertus Rebon Kereta S.T
3. Dandim 1624/Flotim Letkol Czi Imanda Setyawan, S.T., M.I.P
4. Kapolres Flotim : AKBP I Gusti Putu Suka Arsa, S. Ik
5. Ketua Pangadilan Negeri Kab. Flotim : Dr. Rightmen M.S Situmorang S.H., M. Hum.
6. Kajari Kab. Flotim : Bayu Setyo Pratomo S.H., M.H
7. Kadis Kesehatan : dr. Agustinus Ogie Silimalar
8. Direktur Rumah sakit Umum dr. Hendrikus Fernandes Larantuka
Dalam kegiatan penyuntikan Vaksinasi Covid-19 jenis Sinovac di Puskesmas Nagi yang di berikan oleh dr. Virma, dr. Raya, dr Fitri dan dibantu oleh 20 orang tenaga kesehatan yang dibagi dalam 4 (empat) meja tahapan Vaksinasi.
Pelaksanaan vaksinasi melalui beberapa tahap yaitu tahap pendaftaran tahap skrening, tahap penyuntikan Vaksinisasi, tahap observasi dan terakhir yaitu peserta menunggu selama 30 menit untuk mengetahui efek Vaksinisasi yang telah disuntikkan.
Menurut Dandim 1624/Flotim Letkol Czi Imanda Setyawan, S.T., M. I. P Vaksinasi tersebut membuatnya merasa lebih percaya diri dan sehat. Tidak ada kejadian setelah vaksinasi kedua untuk itu kami imbau agar masyarakat tidak takut untuk ikut vaksinasi Covid-19 ini,” Kata Letkol Czi Imanda.
Pihaknya meyakinkan masyarakat bahwa vaksin itu aman. Sebab sebelum vaksin yang diproduksi oleh Sinovac dilempar ke publik, pemerintah sudah melakukan uji klinis.
Ditegaskannya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga sudah mengeluarkan rekomendasi aman dan halal penggunaan vaksin tersebut. Sehingga tidak perlu ragu disuntik vaksin demi kesehatan bersama.
“Saya sudah membuktikan langsung. Setelah dilaksanakan vaksinasi pertama pada 14 hari lalu dan kedua hari ini, saya sehat-sehat saja dan tambah percaya diri,” ungkapnya.
Menurut Dandim, suntikan vaksin dosis kedua tersebut, tidak jauh beda dengan yang pertama. Tetap melalui tahapan skrining, kemudian disuntik vaksin. Setelah itu tahap observasi sekitar 30 menit untuk mengetahui efek vaksinasi.
Meskipun telah disuntik vaksin, Dandim berpesan bahwa protokol kesehatan harus tetap dijalankan. Yaitu memakai masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak dan lainnya.
“Karena dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan niscaya kita semua diberikan kesehatan Oleh Tuhan Yang Maha Esa,” pungkasnya";..(MEXIN)

