Hama Tikus serang puluhan hektar lahan jagung Milik Kodim 1624/Flotim dan Koramil Jajaran.


Flotim, MEXIN TV ONLINE - Serangan hama tikus membuat puluhan hektar tanaman jagung milik Kodim 1624/Flotim di desa Tiwatobi Kecamatan Ilemandiri Kabupaten Flotim, Nusa Tenggara Timur, terancam gagal panen. 

Danramil Koramil 1624 01/Larantuka Kapten Inf Paulus Ibi Weking Menyebut, serangan hama tikus itu, sejak mulai tanam hingga jagung mulai berbuah dari komoditi yang menjadi andalan Kodim 1624/Flotim sejak  Tanaman jagung usia 2 Bulan mulai dari batang hingga buah, diserang hama tikus," katanya, Jumat (19/02/2021). 

Berbagai upaya telah dilakukan para Babinsa Koramil 1624 - 01/Larantuka Serda Antonius Kaha, Prada Antonius B. Kotan dan Kelompok Tani untuk mengatasi hama tikus ini. Namun, semua usaha para Bainsa dan Kelompok Tani sia-sia, bahkan sudah dua musim ini hama tikus tetap merajalela.

Para petani di Kabupaten Flotim berharap pemerintah memberikan solusi kepada para petani dalam mengatasi hama tikus serta memperhatikan nasib petani yang kian merugi akibat seringnya gagalnya panen.

"Usaha kami ya meracuni tikus itu, agar tidak meluas karena hanya itu yang bisa kami lakukan," tambahnya.

Tidak hanya di Ketahanan pangan Milik koramil 01/ Larantuka, serangan hama tikus ini juga menyerang Semua Hanpangan Jajaran Koramil yang di berada Di wilayah kab. Flotim dan kab. Lembata

Menanggapi hal itu, Pengendali Organisme Penggangu Tanaman (POPT) UPT Dinas Pertanian Kecamatan Larantuka Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Flotim, Ir Anton Wukak Sogen  mengatakan sebetulnya, serangan hama tikus ini biasanya terjadi dalam setiap tahun Namun akibat penanaman jagung serentak, mambuat serangan hama tikus ini terjadi setiap tahun.

"Mungkin karena makanan tersedia, sehingga tikus ini perkembangannya banyak," katanya.

Ir. Anton menyarankan, dalam satu titik, seharusnya jagung yang dikembangkan berfariasi. Misalnya dalam satu titik lokasi itu, petani yang yang lain menanam Padi, Sayur Sayuran yang lain.

"Tapi itukan tidak mungkin, karena komoditi jagung ini dirasa sangat menjanjikan," tambahnya.

Untuk mengatasi ini, pihaknya menyarankan  kepada Babinsa dan petani untuk swadaya. Dinas Pertanian tidak bisa berbuat banyak, akibat tidak cukupnya anggaran. Dinas hanya membantu bersifat stimulus saja.

Pembasmian dengan menebar racun tikus yang banyak dijual di toko pertanian, bisa digunakan. Namun yang terpenting, seharusnya Babinsa dan petani dalam penyiapan lahan harus tepat. Sanitasi lahan yang benar, sebelum dilakukan penanaman jagung apapun, bisa meminimalisir serangan hama..(MEXIN)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Featured Video