Aksi yang tergabung dalam aliansi itu antara lain ialah FMN, BEMNUS, Mahasiswa umum dan masyarakat yang ikut terlibat.
Dalam aksi hari ini, massa menuntut pihak kepolisian resor Rote Ndao untuk melepaskan Erasmus Mandato dan keadilan terhadap pemukulan represif oleh pihak kepolisian terhadap aktifis.
Poin-poin tuntutan mereka adalah menuntut keadilan bagi Erasmus dan aktifis Melianus Maimau.
Selain itu, poin lainya menuntut pencopotan Kapolres, pelarangan untuk menebang hutan Mangrof di Rote Ndao.
Erasmus ditahan karena mengomentari melalui media sosialnya terkait pembangunan, sementara Melianus dipukul karena menuntut pembebasan bersyarat kepada Erasmus Mandato.
Suara keadilan yang disuarakan masih hangat dengan Ojol yang tergilas rintis, kebijakan presiden bahkan kinerja kepolisian baik di Rote-Ndao maupun di tubuh Mapolda NTT.
Menurut kordinator umum aliansi, hanya dengan persatuan dan keadilan, dapat mengangkat sektor pendidikan, kesehatan serta sektor lainnya dapat tercapai.
Termasuk menyoroti hak buruh dan kemiskinan di NTT. Teriakan berulang kali di depan Polda untuk bebaskan Erasmus Mandato serta pemukulan terhadap Melianus terus diperdengarkan..(Tim)


