Desa Nelelamadike, adalah salah satu Desa yang terdampak Banjir Bandang dan tanah longsor, dimana terdapat 500 warganya ikut mengungsi di kantor desa Nelelamadike. Banyaknya pengungsi yang tinggal di tenda darurat tersebut, membuat warga rentan akan wabah penyakit yang mengancam kesehatan, salah satunya dikarenakan belum adanya MCK (Mandi Cuci Kakus).
Pengerjaan bangunan MCK darurat dan tandon air bersih yang dibuat dari kayu secara sederhana oleha nggota Yonpur 743/AD, dipimpin langsung Bati TUUD Koramil 1624-02/Adonara Serma Rafael, pada Rabu (14/04/2021).
Pembuatan MCK darurat dinilai sangat penting, karena mengingat MCK ini merupakan salah satu kebutuhan yang sangat vital bagi warga yang berkaitan dengan masalah kesehatan.
Kita akan membuat MCK sesuai dengan kebutuhan pengungsi, agar mereka dapat BAB dengan nyaman,” kata Serma Rafael
“Selain MCK, kita juga membuat bak penampungam air bersih untuk melayani pengungsi yang ada di posko pengunsian,” tandasnya.
Pembuatan sarana umum Mandi, Cuci, Kakus darurat dinilai sangat penting, karena mengingat MCK ini merupakan salah satu kebutuhan yang sangat vital bagi warga pengungsi yang berkaitan dengan masalah kesehatan.
Tujuan dibangunnya MCK lapangan yaitu membantu para pengungsi yang terkena dampak bencana banjir bandang agar tetap menjaga kebersihan dan kesehatan di lokasi pengungsian. MCK ini penting karena menjaga kebersihan dan kesehatan di lokasi pengungsian
sehingga pengungsi merasa nyaman”, ujar Rafael
“Alhamdulillah, di tempat kami sudah ada MCK darurat. Kami sudah bisa membersihkan diri dengan bersih di MCK,” ucap salah satu pengungsi...(MEXIN)


